Tanya-Jawab Seputar Shaum & Bekam

20 May 2014 Written by 
Published in Buletin BRC

Buletin BRC Edisi Syaban 1434H / bulan 2013

Ulasan singkat tentang pentingnya berbekam di kala shaum, dikemas dalam bentuk tanya jawab lugas, dengan tujuan memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul berkaitan dengan melakukan bekam di Bulan Ramadhan.

Simak obrolan menarik antara Dole & Mamat :

Dole       : Mat! Bekam nyok?

Mamat    : Ah gak dulu Le, ane lagi shaum!

Dole       : Emang kenapa? Ane juga kan lagi shaum!

Mamat    : Ya ane risih aja, takut batal shaum ane

Dole       : Ya nggak lah Mat, bekam kan ga batalin shaum

Mamat    : Tau dari mana ente Le? Awas jangan sok tau ente..

Dole       : Kata ustadz ane juga begitu Mat, makanya sering main ke BRC dong Mat

Mamat    : Ciyus Le!?

Dole       : Ane serius Mat, kalo gak percaya baca aja bulletin edukasi ini sampe abis Mat..

Mamat    : Otree deh, siaaapp…

 

Apakah Bekam itu membatalkan shaum?

Melakukan Bekam ketika shaum adalah tidak membatalkan shaum, sebagaimana rawatan-rawatan pengobatan lainnya pun tidak membatalkan shaum selama tidak mengadung proses makan, minum dan hal-hal yang secara syari'at dikategorikan membatalkan shaum.

"Dari Abbas RA. Nabi SAW berbekam sedang beliau dalam keadaan shaum". HR. Bukhari

Hadist tersebut menerangkan bahwa Rasulullah Saw. melakukan Bekam padahal beliau dalam keadaan shaum, hadits ini menjadi salah satu dasar hukum bahwa bekam tidaklah membatalkan shaum, namun justeru kemudian menjadi sebuah amalan yang menjadi utama di kala shaum.

DR. Yusuf Al Qardhawy juga mengutip hadits di atas dalam bukunya “Puasa Ala Rasul” dalam bab hal-hal yang tidak membatalkan shaum, padanya beliau mencatat bahwa bekam termasuk kepada amalan yang tidak membatalkan shaum.

Imam As Syafi’ie berkata; “Yang aku hafal dari kebiasaan Sahabat R.hum, Tabiin dan para ulama, yakni bahwa mereka tidak mempermasalahkan bekam ketika shaum.”

Apakah melakukan Bekam ketika shaum beresiko terhadap kesehatan?

Melakukan Bekam ketika sedang menjalankan shaum adalah aman, bahkan jika ditinjau dari segi manfaatnya maka bekam sangat ideal jika dilakukan sangat shaum.

Shaum mampu mengangkat toksin dan sel-sel yang sudah tidak diperlukan ke permukaan tubuh, sehingga sangat ideal jika pada saat yang sama juga dilakukan terapi bekam, karena racun yang sudah ada di permukaan tubuh akan tersedot tuntas oleh hisapan kop bekam.

Shaum juga mampu melebarkan pembuluh darah, sehingga bekam pada saat shaum merupakan bekam dalam kondisi sirkulasi darah yang sangat baik. Ini menyebabkan kesan dari proses bekam akan cepat direspon oleh tubuh, sehingga tujuan utama dari proses pembekaman yakni meningkatnya fungsi imunitas tubuh akan cepat dicapai dalam kondisi shaum tersebut.

Rasulullah Saw. dan para sahabat Rhum. sudah terbiasa melazimkan (baca : merutinkan) berbekam ketika shaum, karenanya dengan izin Allah mereka hidup dalam kesehatan yang paripurna/holistik.

Seorang sahabat yang sangat istiqamah dalam mengamalkan berbekam ketika shaum salah satunya adalah Ibnu Umar Ra. Seorang sahabat yang dikenal sangat teguh memegang sunnah Nabi Saw. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar Ra. biasa berbekam dalam keadaan berpuasa, sampai ketika ia semakin tua dan fisiknya menjadi lemah, maka ia meninggalkan berbekam di siang hari ketika shaum namun tetap melakukannya pada malam harinya.

Inilah sedikit dari luasnya hikmah yang dapat kita ambil dari untaian Sunnah Rasulullah Saw. yang mulia, kemodernan perihidup yang telah ada sejak 14 abad lalu dan terlupakan oleh kita sebagai ummatnya.

Apakah shaum menyebabkan stamina dan produktifitas menurun?

Keluhan kesehatan selama menjalankan ibadah shaum biasanya seputar stamina tubuh yang menurun, diantaranya keluhan akan kantuk dan lemas di siang hari. Salah-satunya disebabkan perubahan pola tidur di Bulan Ramadhan, yang menyebabkan jam tidur berkurang, namun sebenarnya bisa disiasati dengan tidak melakukan 'begadang' atau tidur terlalu larut.

Namun ternyata bukan hanya kurang tidur yang menjadi penyebab utamanya, tapi juga karena metabolisme tubuh yang berubah. Shaum membuat kadar glukosa dalam darah menurun yang membuat otak sulit berkonsentrasi. Otak mendapatkan energi dalam bentuk glukosa, sehingga jika aliran glukosa ke jaringan otak berkurang maka akan mempengaruhi kinerja dari otak. Otak mengonsumsi 60 persen asupan glukosa tubuh, jika cadangan energi dalam tubuh berkurang maka kadar glukosa dalam darah pun berkurang, saat itulah orang akan merasakan mengantuk. Faktor lainnya adalah kekurangan zat besi.

Maka yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko ngantuk dan lemas saat shaum adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks ketika shaur, karbohidrat kompleks berguna untuk memberikan cadangan glukosa yang mencukupi selama shaum, diantaranya bisa didapat pada Nasi Merah, Madu , Kurma dll. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan zat besi bisa didapat dari mengkonsumsi sayur-sayuran hijau, Spirulina(herbal) dan juga pada Sari Kurma.

Makanan apa saja yang paling baik dikonsumsi ketika berbuka?

Kekeliruan yang sering dilakukan ketika berbuka shaum adalah mendahulukan makanan berat dalam jumlah banyak seketika berbuka. Perilaku demikian bisa menyebabkan berbagai ketidaknyamanan dan masalah pencernaan serta mengganggu kegiatan ibadah di malam harinya.

Saluran pencernaan membutuhkan waktu untuk memproses makanan setelah mengalami kekurangan kalori akibat seharian penuh berpuasa. Maka berlebihan mengkonsumsi makanan berat saat berbuka akan memaksa lambung memproduksi berbagai enzim dalam satu waktu, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Agar tidak terjadi hal-hal seperti tersebut di atas maka dianjurkan untuk menerapkan pola makan sehat sewaktu berbuka, yaitu dengan cara menyegerakan berbuka dengan mengkonsumsi segelas air dan makanan ringan yang mudah dicerna, sangat diutamakan jika dapat memperoleh kurma seperti yang dilazimkan oleh Rasulullah Saw, ketika berbuka;

Salman bin Amir Radhiallahu anhu bercerita bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: jika salah seorang diantara kalian hendak berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma kering. Jika tidak ada maka minumlah air putih karena air putih itu membersihkan. (HR At Tirmidzi)

Kurma mengandung berbagai macam nutrisi penting, diantaranya adalah karbohidrat komplek yang berguna untuk menyeimbangkan kadar glukosa dalam darah.

Makanan apa saja yang paling baik dikonsumsi ketika sahur?

Makanan yang dipilih ketika sahur sangat penting dalam membantu menentukan kualitas kebugaran tubuh ketika menjalankan shaum. Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan alami yang kaya serat dan nutrisi, hindarkan makanan yang mengandung senyawa kimia sintetis (pengawet/perasa/pewarna buatan).

Sayuran, protein dan buah-buahan, serta cukupkan kebutuhan air minum dengan secara bertahap mengkonsmusi 2 liter air. Suplai tambahan nutrisi dari herbal-herbal alami pun sangat baik untuk membantu tubuh mencapai kebugaran yang optimal dan mencegah dari berbagai serangan penyakit di kala shaum. Sari Kurma dan Madu menjadi 'wajib' dikonsumsi bagi mereka yang beraktifitas padat di siang hari. Cinnamomum juga bisa membantu bagi mereka yang memiliki masalah pada pencernaan.

Apakah shaum bisa menyebabkan atau memperparah Gastritis (Maag)?

Shaum berarti mengubah pola hidup, terutama pola makan. Saat shaum, kita hanya diperbolehkan makan pada waktu sahur dan buka puasa.

Perubahan pola makan saat shaum sebenarnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, bahkan diyakini mampu mengendalikan penyakit tertentu. Beberapa penelitian menunjukkan berpuasa memberikan keuntungan bagi tubuh, yang tidak diperoleh ketika tidak sedang berpuasa.

Namun, terkadang bagi orang-orang yang memiliki catatan kesehatan tertentu, berpuasa mendatangkan kekhawatiran. Pasalnya ada beberapa penyakit yang 'katanya' rentan terkena masalah apabila melakukan shaum. Saat jam biologis tubuh manusia bergeser pada waktu menjalankan ibadah shaum, sebetulnya tubuh pasti akan bertoleransi. Biasanya, para pengidap penyakit maag paling sering mempertanyakan, apakah mereka bisa menjalankan ibadah shaum dengan aman?

Pada prinsipnya, secara umum penderita maag boleh menjalani ibadah shaum bahkan dianjurkan, apalagi bila penyakit maag itu hanya gangguan fungsional dan masih dalam tahapan ringan. Yang tidak disarankan untuk shaum adalah mereka yang telah sampai pada tahap parah, misalnya mengalami muntah-muntah dan pendarahan.

Strategi dalam pengaturan makanan saat santap sahur dan berbuka puasa juga berperan untuk mengurangi gejala maag. Dalam kondisi diperlukan bisa dibantu dengan mengkonsumsi herbal-herbal yang menguatkan pencernaan.

Apakah shaum bisa menyebabkan Sariawan?

Keluhan penyakit yang juga kerap terjadi pada orang yang sedang shaum adalah sariawan dan bibir pecah-pecah. Untuk sariawan, biasanya penyakit ini akan hilang dengan sendirinya setelah empat hari. Namun bila tidak kunjung sembuh maka Anda harus mengambil tindakan pengobatan, terutama jika sariawan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik. Walaupun sesaat, penyakit tersebut tentunya akan mengganggu.

Sariawan, atau stomatitis aftosa, adalah sebuah peradangan yang terjadi pada lapisan mukosa mulut berupa bercak putih kekuningan dengan permukaan agak cekung dan biasanya muncul di lidah, gusi, langit-langit mulut, dan pipi bagian dalam.

Prof. Dr. drg. Melanie S. Djamil, Biomed, sariawan yang muncul lebih terkait ke daya tahan tubuh. "Jika lama tidak puasa, misalnya tak terbiasa puasa Senin-Kamis, terus sekarang menjalani puasa Ramadhan selama sebulan penuh, kimia tubuh akan mengalami perubahan. Epitel pada rongga mulut saat berpuasa tidak cepat regenerasi, akibatnya terkena sikat gigi atau tergigit sedikit akan menimbulkan luka yang menjadi sariawan,"

Untuk mengurangi resiko Sariawan ketika shaum adalah dengan makan dengan tenang ketika sahur atau berbuka untuk menghindari agar bibir atau lidah tergigit. Juga bisa dibantu dengan mengkonsumsi yoghurt, dan herbal-herbal yang kaya Vitamin C ketika sahur.

. . .

Alhamdulillah, semoga kita diberikan kesehatan dan umur untuk bisa bertemu dengan Bulan Penuh Berkah; Ramadhan, dan mampu memaksimalkan setiap waktu di dalamnya dalam kenikmatan ibadah, amiin.

Segenap Civitas, Santrikarya dan Manajemen BRC mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.

Selamat menunaikan Ibadah Ramadhan 1434H.

Read 3276 times Last modified on Tuesday, 20 May 2014 07:11
Rate this item
(0 votes)

Kantor Pusat BRC

Alamat:
Jl. Kautamaan Istri No. 199 (Belakang Rumah No.22), Kel. Balonggede, Kec. Regol, Bandung 40251
Telephone:
(022) 4218720
Website:
www.klik-brc.com
Email:
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tentang Kami

Alhamdulillah.. BRC (Bekam Ruqyah Center) telah memiliki 34 cabang yang tersebar di seluruh indonesia.

Gabung bersama kami