HUJAN BERKAH di Musim Penghujan

20 May 2014 Written by 
Published in Buletin BRC

Buletin BRC Edisi XI - 1 Shafar 1435 H / 5 Desember 2013

Benarkah Air Hujan menyebabkan Sakit dan Penyakit?

Benarkah Hujan merupakan Musibah dan Penghambat Rezeki?

Dipenghujung tahun 2013 ini, musim penghujan mulai kita rasakan, berita banjir selalu menjadi topik hangat yang diberitakan, baik di media cetak maupun elektronik, khususnya di daerah Jakarta, masalah hujan ini seolah menjadi masalah yang tak terselesaikan. Belum lagi akibat yang ditimbulkannya seolah menjadi paket wajib, spt penyakit yang disebabkan hujan, masalah air bersih, pemukiman yang terendam menjadi pelengkap musibah yang diderita masyarakat yang merasakannya.

Kesan negatif terhadap hujan tertanam dibenak pemikiran kita, kita menjadi phobia terhadap hujan, bahkan sejak kecil kita akan dimarahi oleh orang tua kita ketika ‘hujan-hujanan’ dengan mengatakan “awas jangan hujan-hujanan nanti sakit”. Itulah yang selama ini kita pahami bahwa; hujan = sakit.

..orang tua kita ketika hujan sering mengatakan “awas jangan hujan-hujanan nanti sakit”

 

Benarkah Hujan Mengakibatkan Kita Sakit?

Ada istilah “kebenaran adalah kesepakatan kolektif” mungkin istilah ini menjadi hal yang tepat untuk mengungkapkan kasus ini, terlepas benar atau tidak hujan menyebabkan sakit, namun sugesti memiliki efek yang kuat akan sesuatu yang diyakininya, ini yang disebut efek nocebo. 

Seorang pakar di Jerman Dr Winfried Hauser dari Klinikum Saarbrucken, mengingatkan akan buruknya efek nosebo, karena itu seseorang hendaknya tidak sembarangan mengatakan tubuhnya sedang sakit, meskipun hanya dalam hati.

Dalam penelitiannya, ia menggunakan sample 50 orang dengan gangguan nyeri punggung kronis. Sebagian di antara mereka diberitahu bahwa merenggangkan kaki akan membuat parah rasa sakitnya, sedangkan sebagian lain diberitahukan bahwa merenggangkan kaki tidak akan memberikan dampak apapun. Kemudian ke 50 orang itu diperintahkan untuk merenggangkan kaki, dan hasil pengamatan Dr Hauser adalah bahwa kelompok pertama yang tadi diberitahu bahwa merenggankan kaki membuat parah rasa sakitnya ternyata benar-benar merasakan rasa sakitnya, sedang kelompok kedua yang diberitahu bahwa tidak ada efek apapun bila merenggangkan kaki, ternyata tidak ada keluhan ketika mereka merenggangkan kakinya.

Hal ini menjadi pembuktian, bahwa rasa sakit itu dikendalikan oleh pikiran kita, ketika kita menganggap negatif terhadap hujan, maka tubuh kita akan merespon negatif. 

Sebaliknya efek placebo (Dari bahasa Latin placebo = saya akan menyenangkan)

/Placebo Effect adalah suatu kondisi pikiran, perasaan dan keyakinan positif akan kesembuhan sehingga kondisi tersebut membuat tubuh meresponnya dengan memberikan dampak postif/ kesembuhan nyata.

Dalam buku Pierre Franckh, “Wunschgeschichte fuer die Seele”, seorang

wanita penderita kanker mengirim surat kepada Pierre tentang kesembuhannya oleh karena pikiran positifnya (sumber :  http://healindonesia.com)

 

Perspektif Al-Qur'an mengenai Hujan

Hujan merupakan rahmat (kasih sayang) Allah terhadap hambanya sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya :

“dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. dan Dialah yang Maha pelindung lagi Maha Terpuji”.

(TQS. 42-28)

 

Hujan Menjadi Terapi Kesehatan

“(ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kakimu”. (TQS. 8-11)

 

Allah tidak pernah menciptakan sia-sia, segala apa yg Allah ciptakan memiliki nilai manfaat akan keberlangsungan hidup manusia, tidak selayaknya kita berburuk sangka kepada Allah,   sebagaimana dalam sebuah Hadits Qudsi; “Aku berserta sangkaan hamba-KU terhadap-KU”.

 

Oleh karena itu yuk kita berbaik sangka akan setiap hal yang terjadi kepada kita, insya Allah, kita diberikan petunjuk jalan keluar terbaik.

Wallahu’alam bishshawab

Anas Hikmat

Read 94378 times Last modified on Tuesday, 20 May 2014 08:09
Rate this item
(0 votes)

Kantor Pusat BRC

Alamat:
Jl. Kautamaan Istri No. 199 (Belakang Rumah No.22), Kel. Balonggede, Kec. Regol, Bandung 40251
Telephone:
(022) 4218720
Sms :
081.22.444.335
Website:
www.klik-brc.com
Email:
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tentang Kami

Alhamdulillah.. BRC (Bekam Ruqyah Center) telah memiliki 34 cabang yang tersebar di seluruh indonesia.

Gabung bersama kami