Artikel BRC
Penurunan Kesadaran pada Penyakit Hati



| Penurunan Kesadaran pada Penyakit Hati |
|
Yth. Dr Zubairi, Kakak saya, usianya 52 tahun, saat ini sedang dirawat di rumah sakit di Yogyakarta karena tiba-tiba pada tengah malam tidak sadar disertai panas tinggi. Keesokan harinya, dokter memanggil dan menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan termasuk hasil laboratorium disimpulkan kakak saya menderita sakit liver yang lanjut yang disertai komplikasi penumpukan cairan di perut. Perutnya bengkak dan matanya kuning. Kakak saya memang sudah beberapa tahun ini menderita penyakit liver yang menahun. Kelihatannya dokter tidak terlalu optimis dengan kondisi kakak saya. Pertanyaan -saya: Mita, Yogyakarta Jawab: Gangguan fungsi hati yang sangat berat ini disebabkan karena sel-sel hati rusak dan digantikan oleh jaringan ikat yang disebut sirosis hati. Akibatnya fungsi hati menjadi terganggu dan aliran darah menuju hati juga terhambat. Jika kerusakannya sudah sangat luas, maka tubuh tidak bisa lagi bertahan karena hati mempunyai fungsi yang sangat vital. Penyebab sirosis hati terbanyak adalah infeksi virus hepatitis (hepatitis B atau C) dan minum alkohol. Beberapa fungsi hati antara lain adalah membersihkan atau menetralisir racun dalam darah, membentuk senyawa yang berperan dalam kekebalan tubuh, membentuk albumin dari protein yang kita makan, membentuk sejumlah faktor pembekuan darah, membentuk empedu yang berguna untuk penyerapan lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Jika penyakit makin progresif, berbagai komplikasi muncul seperti perut membuncit dan muntah darah. Perut memnbuncit (asites) terjadi akibat kadar albumin yang rendah. Muntah darah terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di esofagus. Penumpukan racun di dalam tubuh yang tidak dapat dinetralisir oleh hati, kemudian mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga dapat terjadi gangguan kesadaran seperti yang kakak anda alami. Pasien dengan hepatitis kronik memang banyak yang masih dapat bekerja normal. Orang-orang tersebut adalah orang yang fungsi hatinya masih dapat dikompensasi. Jika sel hati yang rusak sudah terlalu banyak, hati tidak lagi bisa bertahan untuk tetap menjalankan fungsinya sehingga orang tersebut kemudian mengalami gejala-gejala akibat kegagalan fungsi hati. |
| < back | next > |
|---|