Artikel BRC
Bekam ketika Shaum



| Bekam ketika Shaum |
|
Double
Impact Detoksifikasi
Penyembuhannya dengan cara mengeluarkan toksik
(zat-zat yang meracuni tubuh) detoksifikasi yaitu dengan cara shaum. Al-Quran dan hadist menyebutkan :
………. وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
(١٨٤)
184. …..dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu
mengetahui.
صُوْمُوْا
تَصِحُوْا
Rasulullah bersabda: ”Berpuasalah, maka kamu akan sehat” (HR. Ibnu Sunni),
ada yang menyatakan bahwa hadits ini dhoif, akan tetapi ada pula yang
menyatakan bahwa derajat hadits ini sampai dengan tingkat hasan (lihat, Fiqh Al Islami wa Adilatuh, hal 1619).
Saat shaum tubuh
mengalami detoksifikasi secara alami. Tidak adanya makanan yang masuk kedalam
lambung, membuat organ-organ tubuh seperti : hati dan limpa “membersihkan
diri”. Racun-racun yang dibuang pun 10 kali lipat dari biasanya. Proses penuaan
pun bisa dihambat untuk sementara. Itulah sebabnya bila kita melakukan shaum
dengan benar, wajah kita akan tampak lebih berseri.
Beberapa pernyataan
ahli medis mengenai shaum ;
1.
Ibnu Sina (980-1037 M) “Puasa sangat baik untuk mengobati
berbagai penyakit kronis”
2.
Dr. Robert Partolo (ahli spesialis penyakit kulit dan
kelamin) berpendapat bahwa tradisi mengosongkan perut dan menahan hawa nafsu,
setelah diterapkan kpd pasien-pasiennya ternyata merupakan terapi mujarab dalam
memberantas bakteri sifilis.
3.
Dr. Bernard Mackpadan (ahli bbiologi) puasa merupakan
cara jitu dalam memberantas tiap penyakit yang tidak bisa disembuhkan terapi
lain.
4.
Dr. Edward Devi mengatakan “Makan kala sakit seperti kita
memberi makan agar penyakit semakin kuat.”
5.
Dr. Shelton mengatakan “Semakin banyak kita memberi makan
orang sakit, maka kita membuat dia semakin sakit”
Terlebih ketika shaum berbekam memiliki kesan yang berlipat-lipat dalam
membuang racun dari tubuh.
1.
Dengan
proses alami tubuh (Shaum) membiarkan perut dalam keadaan kosong
2.
Detoksifikasi
yang disengaja yaitu dengan cara bekam
Pandangan Ilmu Kedokteran mengenai bekam • Mengeluarkan toksik atau zat-zat yang meracuni tubuh dan sisa metabolisme tubuh yang sudah tidak dibutuhkan. • Bekam pada titik sunah dapat menyembuhkan penyakit (dibuktikan dgn radio aktif teknesium perteknetat) • Bekam berpengaruh pada sistem endokrin lewat sistem perifer langsung ke organ mempengaruhi hormon insulin, adrenalin, corticostropin, oestrogen, progesteron, dan testoteron. Melalui sistem sentral mempengaruhi hipotalamus dan pituatary otak untuk mengeluarkan hormon ACTH, TSH, FSH, dan ADM • Meningkatkan sel darah putih (leukosit)yang melindungi tubuh dari penyakit • Meningkatkan aktifitas fagostik, Imunoglobin, sel T Helper dan E-rosette yang semuanya adalah sistem pertahanan tubuh • Bekam menyebabkam kerusakan kulit yang mengakibatkan pelepasan seretonin, bradikinin, dan slow reacting substance (SRS) disertai pelepasan corticotrophin releasing factor (CRF) dan adenohipofise yang berfungsi menyembuhkan peradangan dan infeksi • Terjadi pelepasan zat endomorphin, ACTH sehingga otot menjadi rileks (urat dalam kedokteran disebut otot)
Batalkah Shaum dengan Berbekam?
Imam
Bukhori secara tegas menyebutkan dalam
“Kitab Thib (Kitab Pengobatan)” dalam bab “Kapan Saat Yang Baik Orang Berbekam”
dengan menyebutkan salah satu haditsnya :
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ إِحْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ صَائِمٌ
Dari Abbas RA. Nabi SAW berbekam sedang beliau dalam
keadaan shaum
“Tidak
batal orang yang muntah yang mimpi bersenggama dan berbekam”. (HR. Abu Dawud).
وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: ( أَوَّلُ مَا
كُرِهَتِ اَلْحِجَامَةُ لِلصَّائِمِ; أَنَّ جَعْفَرَ بْنَ أَبِي طَالِبٍ
اِحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ, فَمَرَّ بِهِ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ:
" أَفْطَرَ هَذَانِ ", ثُمَّ رَخَّصَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم
بَعْدُ فِي اَلْحِجَامَةِ لِلصَّائِمِ, وَكَانَ أَنَسٌ يَحْتَجِمُ وَهُوَ صَائِمٌ
) رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَقَوَّاهُ
Anas
Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: Pertama kali pembekaman bagi orang yang
puasa itu dimakruhkan adalah ketika Ja'far Ibnu Abu Thalib berbekam sewaktu
shaum. Lalu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melewatinya dan beliau
bersabda: "Batallah dua orang ini." Setelah itu Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam memberikan keringanan untuk berbekam bagi orang yang shaum.
Dan Anas pernah berbekam ketika shaum. Riwayat Daruquthni dan ia menguatkannya.
Oleh karena itu berbekam ketika shaum merrupakan saat yang paling ideal untuk proses detoksifikasi tubuh. |
| < back | next > |
|---|